Redundant acronym syndrome (RAS) syndrome dalam pemakaian Bahasa Indonesia
Haslinda, Haslinda; Thaba, Aziz
Dinamika pemakaian bahasa di ruang publik semakin menarik untuk dikaji, khususnya dalam pemakaian bahasa Indonesia. Terdapat kebiasaan-kebiasan berbahasa yang menandai gejala ketidaknormalan tertentu yang kemudian membentuk pola-pola berbahasa yang dinilai melenceng dari kaidah yang sesungguhnya. Salah satu diantaranya adalah fenomena pemakaian bahasa secara berlebihan dari kata yang telah disebutkan pada akronim (acronym) atau singkatan (abbreviation). Fenomena tersebut kemudian disebut sindrom RAS (redundant acronym syndrome syndrome). Tujuan dari penelitian ini adalah (1) mengidentifikasi sindrom RAS dalam pemakaian bahasa Indonesia, (2) mengidentifikasi sindrom RAS dalam pemakaian bahasa Indonesia sebagai bentuk kesalahan berbahasa, (3) mengidentifikasi faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya sindrom RAS.
Detail Information
- Publisher
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Tahun
- 2018
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-02-12T11:19:35Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah