Candi Sukuh dan Kidung Sudamala
Ditjen Kebudayaan, Ditjen Kebudayan
Nama Sukuh diambil dari nama bukittempat candi itu. Di dalam kitab Centini dik isahkan, bahwa Seh Amongraga di dalam pengembaraannya di sekitar gunung Lawu, berziarah ke beberapa bukit, anak gunung Lawu, di antaranya juga ke bukit Sukuh, Tambak dan Pringgadani. Bukit-bukit ini menurut keterangan setempat, ada hubungannya satu sama lain. Bukit Tambak adalah bekas istana raja raksasa Brajamusti; Bukit Sukuh bekas istana Brajadenta dan bukit Pringgadani bekas kedatuan Arimba.
Detail Information
- Publisher
- Proyek Pengembangan Media Kebudayaan
- Tahun
- 1982
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2019-05-27T22:22:07Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah