• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. SMKN 1 CIPAKU
  2. Katalog
  3. Budaya suku bangsa pasemah di Sumatera Selatan
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Budaya suku bangsa pasemah di Sumatera Selatan

Ernatip, Ernatip; Refisrul, Refisrul; Ajisman, Ajisman; Iriani, Iriani

Pasemuh adalab Salah satu suku bangsa di daerah Sumatera Selatan, daerahnya meliputi Kota Pagar Alam dan sekitarnya. Suku angsa Pasemah sebagaimana suku-suku lainnya di Sumatera Selatan mempunyai tatanan kehidupan yang diatur menurut adat istiadat sediri. Suko Bangsa Pasemah mempunyai budaya dan tradisi dan sampai saat ini masih bisa ditelusuri. Masyarakatnya terhimpun dalam 6 Sumbai/Suku yakni Sumbai Panjalang, Sumbai Semidang, Sumbai Besar, Sumbai Pangkal Lurah, Sumbai Ulu Lurah dan Sumbai Mangku Anom. Setiap Sumbai djpimpin oleh seorang Jurai Tuwe, dilengkapi dengan kitap Kagas yang berisi tentang adat istiadat masyarakat Pasemah. Kerapatan adat tertinggi masyarakat Pasemah disebut dengan istilah "Lampik Empat-Merdike Due".
Suku bangsa Pasemah memiliki kekayaan budaya masa lalu dan peninggalannya sampai saat ini masih ada. Mereka mempunyai aksara sendiri yang disebut dengan aksara ulu, mempunyai rumah adat yang disebut dengan rumah beranjung, mempunyai kesenian yang meliputi tutor, pantun, seni tari, seni ukir, seni suara, seni musik yang semua ini masih bertahan sampai kini. Peninggalan-peninggalan budaya tersebut perlu dilestarikan dan itu merupakan aset budaya yang tak terkira nilainya.
Detail Information
Publisher
Balai Pelestarian Sejarah dan Nilai Tradisional Padang
Tahun
2007
Bahasa
id
Last Updated
2023-11-07T03:56:06Z
Subjects / Keywords
Masyarakat Adat Penelitian kebudayaan
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

SMKN 1 CIPAKU
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 841
Online: 841 Onsite: 0
Bulan ini 8.895
Online: 8.895 Onsite: 0
Total 108.583
Online: 108.583 Onsite: 0

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar