• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. SMKN 1 CIPAKU
  2. Katalog
  3. Kearifan lokal masyarakat adat Provinsi Jambi
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Kearifan lokal masyarakat adat Provinsi Jambi

Harto, Zulfikri; Novendra, Novendra

Masyarakat Suku Anak Dalam pada dasarnya adalah penjaga alam (hutan), tanpa adanya perintah dati mana pun. Mereka semenjak dahulu, secara turun temurun selalu menjaga kelestarian hutan. Mereka hidup di hutan dan tidak bisa dilepaskan dari hutan, karena hutan adalah segalanya bagi mereka. Kiamat bagi mereka adalah apabila hutan rusak, hutan ditebangi, sehingga hutan semakin habis. Ibaratnya itulah lonceng kematian bagi masyarakat Suku Anak Dalam, karena tiada hutan berarti mereka juga tidak ada atau mati.
Kehadiran Taman Nasional Bukit Duabelas yang juga ada di Kabupaten Batanghati oleh pemerintah, diantaranya adalah upaya untuk melindungi hak dan kepentingan sekitar 6.000 orang Suku Anak Dalam. Penetapan adanya TNBD bukan merupakan usaha "menghutankan" Suku Anak Dalam, namun usaha ini merupakan salah satu untuk menjawab dan mencari jalan keluar bagi kelangsungan serta keberadaan, melindungi hak dan kekayaan yang dapat menjamin masa depan mereka. Belum ada suatu cara atau metode dalam menangani permasalahan yang mereka hadapi saat ini. Keberadaan TNBD bisa dipandang sebagai dasar pijakan atau pondasi yang kokoh bagi Suku Anak Dalam untuk berubah. Hal tersebut dirasakan sebagai suatu cara yang lebih terhormat serta manusiawi, karena mereka melakukan dengan caranya sendiri untuk memutuskan adanya suatu perubahan.
Detail Information
Publisher
Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Tanjungpinang, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
Tahun
2006
Bahasa
id
Last Updated
2024-01-02T02:27:22Z
Subjects / Keywords
Nilai Budaya Kearifan lokal
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

SMKN 1 CIPAKU
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 140
Online: 140 Onsite: 0
Bulan ini 14.979
Online: 14.979 Onsite: 0
Total 95.270
Online: 95.270 Onsite: 0

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar