• Beranda
  • Tentang Kami
    Sejarah Visi dan Misi Tata Tertib Jam Layanan Fasilitas Pustakawan Struktur Organisasi Berita Perpustakaan
  • Layanan Perpustakaan
    Layanan Baca di Tempat Layanan Sirkulasi Layanan Referensi Layanan Penelusuran Informasi Layanan Bimbingan Literasi Informasi Layanan Ekstensi
  • Layanan Referensi
    Layanan Meja Informasi Layanan Bimbingan Penggunaan Koleksi Referensi Layanan Penelusuran Layanan Konsultasi Layanan Kesiagaan Informasi
  • Keanggotaan
    Area Anggota Buku Tamu Survey Kebutuhan Survey Kepuasan Pendaftaran Anggota Online FAQ
  • OPAC
  • Pilih Bahasa : Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu
Semua Komputer Filsafat Agama Sosial Bahasa Sains Teknologi Seni Sastra Sejarah

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
  1. SMKN 1 CIPAKU
  2. Katalog
  3. Mesin parudang au awene Inau = mesin parudang untuk Ibu
REPOSITORY ITEM
Repositori Kemendikdasmen
Kembali

Mesin parudang au awene Inau = mesin parudang untuk Ibu

Aly. H. S. Ely, Ely; Mauren M. Putirulan, Mauren; Cindy I. Latuihamallo, Cindy; Erni Mulihatu, Erni

Tinus ialah anak dari suami istri, Mateis dan Yohana. Keluarga ini sangat harmonis dan sederhana. Mereka bergantung pada hasil perkebunan pala milik keluarga di Hulaliu, sebuah desa di Haruku, Maluku. Suatu hari, Mateis ke kebun pala dan memanen pala. Ia berjalan menyusuri hutan dan menghirup udara segar dari hijaunya pepohonan. Hatinya senang karena hasil yang akan dijual ke pasar banyak. Di siang yang begitu panas, pada saat Tinus sedang menikmati makanannya, dari balik jendela dia melihat ibunya sedang menghaluskan biji pala. Selama ini keluarganya mengandalkan parudang untuk menghaluskan biji pala. Parudang itu dibuat oleh Mateis dari kaleng bekas mentega blueband yang telah diluruskan. Tinus melihat ibunya dengan senyum saat ibunya menyeka keringatnya. BRUK! “Aw!” teriak Yohana saat jarinya terparut. Setelah mendengar suara itu, Tinus menghampiri ibunya dan kaget melihat hal tersebut. Ayah dan Tinus segera mengobati tangan ibunya. Sisi lain, Tinus memikirkan apa yang harus ia lakukan untuk membantu keluarganya apalagi Tinus akan segera masuk SMA dan itu membuatnya dilema. Dia ingin melanjutkan pendidikannya, tetapi ia tidak ingin menambah kesusahan orang tuanya terlebih ibunya. Pada saat itulah Tinus berpikir untuk membuat sesuatu yang dapat meringankan pekerjaan ibunya. Terlebih musibah yang menimpa ibunya tadi semakin membuat Tinus ingin membantunya. Setelah makan, Tinus dengan semangat menghampiri ayahnya untuknya membuat mesin untuk ibu. Namun Ayahnya tidak tau cara membuatnya. Tinus melawan kekhawatir ayah. Tinus bisa membuatnya. Kami mempelajari beberapa cara membuat mesin dan peralatan dari bahan bekas di sekolah, mungkin itu akan membantu. Tinus secepat kilat mengumpulkan barang bekas untuk dibuat menjadi mesin yang dapat membantu ibunya agar tidak lagi memarut biji pala dengan parudang. Setelah mendapatkan cukup peralatan, Tinus dengan ayahnya mulai membuat mesin parut. Mereka bersemangat saat mengerjakannya dan sering kali Mateis yang menjahili Tinus dengan mengotori wajahnya. Tidak terasa waktu begitu cepat hingga hari mulai gelap. Mesinpun selesai dibuat. Mateis tersenyum melihat anaknya bahagia. Keesokan harinya, Tinus bangun lebih awal. Ia tidak sabar memberitahukan ibunya tentang apa yang dibuatnya. Sesaat kemudian, terdengar suara pintu kamar terbuka. Segera Tinus menghampiri Ibunya dan menariknya. Mereka berhenti di sebuah ruangan yang terdapat satu benda tertutup kain hitam besar. Tinus membuka kain itu dan terlihatlah sebuah mesin parudang yang cantik yang dapat digunakan untuk menghaluskan biji pala. Di tengah pembicaraan Tinus dan Yohana, Mateis datang menghampiri mereka. Mateis berkata Mesin ini adalah ide anakmu. Dia tidak ingin melihatmu kelelahan saat menghaluskan biji pala. Yohana terharu dengan yang dilakukan anaknya. Yohana menghampiri Tinus lalu memeluknya dan meneteskan air mata. Mulai hari itu, Yohana tidak lagi menghaluskan biji pala dengan memarut, tetapi menggunakan mesin yang dibuat Tinus.
Detail Information
Publisher
Kantor Bahasa Provinsi Maluku
Tahun
2023
Bahasa
id
Last Updated
2025-03-26T07:08:44Z
Subjects / Keywords
Bahasa Indonesia Cerita anak Bacaan siswa SD Literasi Bahasa Daerah Kearifan lokal
Akses Dokumen
Unduh PDF
Hak Cipta & Lisensi

Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.

Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).

Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.

SMKN 1 CIPAKU
  • Masuk sebagai Admin
  • Download Buku Panduan Aplikasi

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Statistik Pengunjung

Hari ini 1.526
Online: 1.526 Onsite: 0
Bulan ini 13.258
Online: 13.258 Onsite: 0
Total 93.549
Online: 93.549 Onsite: 0

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek


© 2026 — Berbasis SLiMS | Dikelola oleh ePERPUS WhatsApp

Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik

Isilah satu atau lebih bidang di bawah ini untuk mempersempit pencarian Anda

Kemana ingin Anda bagikan?
Beranda OPAC Login Daftar