Talang Perigi
Imelda, Imelda
Talang perigi merupakan sebuah nama desa di Kabupaten Inragiri Hulu. Penduduknya berasal dari keturunan suku Talang Mamak di Riau. Suku Talang Mamak sudah bermukim disana sejak zaman nenek moyang mereka. Penduduk sekitar Talang Perigi sudah menyatu dengan alam sekitarnya. Hutan merupakan sumber kehidupan bagi mereka dan sangat berharga. Oleh karena itu, ketika hutan mereka dirusak yang tinggal hanya kesengsaraan. Dengan menghadirkan tokoh, Kosim dan temannya cerita diawali dengan latar tempat yang berlokasi di Kampung Talang Perigi. Mereka berempat masuk ke hutan yang terdapat di seberang sungai Batang Cenaku. etualangan mereka untuk mencari hasil hutan berupa rotan dan buah damar. Pada suatu hari mereka mengatakan pondok yang dihuni oleh orang rimba. Mereka mendapati pondok yang dihuni oleh orang rimba. Mereka mengatakan bahwa mereka sedang mengambil rotan.
Penderitaan dan kepedihan dirasakan oleh penduduk sekitar karena penebangan hutan untuk dijadikan perkebunan sawit. Hutan yang merupakan nyawa bagi mereka sekarang sudah diganti dengan lahan sawit. Tidak ada lagi tempat anak cucu mereka untuk bermain dialam. Hal yang sangat memprihatinkan penduduk sudah kehilangan hak mereka. Sekarang semuana sudah berubah dan hutan yang dulunya sebagai sumber mata pencaharian telah hilang. Pada akhirnya mereka terus berjalan mencari tempat yang dapat disinggahi.
Akibat penebangan hutan tersebut, binatang seperti gajah, harimau dan binatang lainnya juga kehilangan tempat mereka bernaung. Tidak heran akhir-akhir ini sering terdengar kawanan gajah mengamuk dan masuk ke pemukiman penduduk. Jadi, judul Talang Perigi diangkat berdasarkan fenomena yang terjadi di Provinsi Riau setelah pembakaran hutan, penebangan pohon secara liar, dan jenis perusak lainnya.
Penderitaan dan kepedihan dirasakan oleh penduduk sekitar karena penebangan hutan untuk dijadikan perkebunan sawit. Hutan yang merupakan nyawa bagi mereka sekarang sudah diganti dengan lahan sawit. Tidak ada lagi tempat anak cucu mereka untuk bermain dialam. Hal yang sangat memprihatinkan penduduk sudah kehilangan hak mereka. Sekarang semuana sudah berubah dan hutan yang dulunya sebagai sumber mata pencaharian telah hilang. Pada akhirnya mereka terus berjalan mencari tempat yang dapat disinggahi.
Akibat penebangan hutan tersebut, binatang seperti gajah, harimau dan binatang lainnya juga kehilangan tempat mereka bernaung. Tidak heran akhir-akhir ini sering terdengar kawanan gajah mengamuk dan masuk ke pemukiman penduduk. Jadi, judul Talang Perigi diangkat berdasarkan fenomena yang terjadi di Provinsi Riau setelah pembakaran hutan, penebangan pohon secara liar, dan jenis perusak lainnya.
Detail Information
- Publisher
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
- Tahun
- 2017
- Bahasa
- en
- Last Updated
- 2018-03-29T02:52:29Z
Subjects / Keywords
Akses Dokumen
Hak Cipta & Lisensi
Konten ini bersumber dari Repositori Institusi Kemendikdasmen.
Hak cipta dimiliki oleh institusi pencipta karya. Dilisensikan di bawah Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International (CC BY-NC 4.0).
Metadata di-harvest melalui protokol OAI-PMH sesuai SK Sekjen Kemendikbudristek No. 18/M/2022.
Karya Umum
Filsafat
Agama
Ilmu-ilmu Sosial
Bahasa
Ilmu-ilmu Murni
Ilmu-ilmu Terapan
Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
Kesusastraan
Geografi dan Sejarah