Buku ini merupakan buku cerita anak dwibahasa (bahasa daerah-bahasa Indonesia) bergambar untuk mendukung Gerakan Literasi Nasional (GLN). Buku ini bercerita tentang Ruri yang memiliki kecapi peningga...
Gayang akan menemani Ayah memperbaiki banua milik Ne Sambu Muncul banyak pertanyaan tentang banua di kepala Gayang Dengan senang hati, Nenek Sambu dan Ayah membantu Gayang menjawab rasa ingin tahu itu...
Ada sebuah rumah panggung berdiri ditengah kampung, bertemulah si kucing Bernama Ikattoq dan Si anjing Bernama Ipanguleq didepan rumah tersebut, lalu keduanya melihat ikan tuin-tuing tergantung diatap...
Buku Batu Bita ini menceritakan tentang Bita yang senang bermain dende bulan, salah satu permainan tradisional Sulawesi Selatan. Dari permainan ini, anak-anak diajak mengenal bentuk-bentuk geometri. B...
“Baiklah anak-anak pertemuan pekan depan membawa kerajian tangan”. Ube mendapat tugas sekolah dari guru. Orangtua Ube mengajaknya berlibur ke kampung halaman kakek. Di kampung, Ube
melihat banyak...
Di tengah lapangan ada beberapa sapi yang dibiarkan memakan rumput sampai petang. Bolleng, Supe' dan Yaya mengawasi dari pinggir lapangan hingga ia membawa pulang sapi-sapinya. Bolleng merawat 2 ...
Lambogo sangat menyukai makanan khas Enrekang bernama Dangke. Saat pertama kali mencoba membuat, nenek mengajari Lambogo. Sayangnya ia terlalu buruburu, sehingga Dangkenya terasa pahit. Namun Lambogo ...
Antologi cerpen ini berjudul Biola tak Bernada. Antologi cerpen remaja sulteng ini terdiri dari dua puluh cerpen yang ditulis oleh siswa, mahasiswa, dan umum di provinsi Sulawesi Tengah. Cerpen-cerpen...
Cuaca panas telah berlangsung tiga minggu. Listrik sering tiba-tiba padam dan tiba-tiba menyala. Mesin air pun jadi rusak. Tiroi diminta oleh ayah dan ibunya saat mandi untuk memakai air secukupnya.
Buku ini bercerita tentang tokoh Lewa dan teman-teman yang dikisahkan dalam karya kecil ini dapat menjadi inspirasi anak-anak di Indonesia agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, kreatif dan gigih. ...